Episode 903
Estudio Sahih Hadith - Sesión 903 (40 Hadith)
La traducción aún no está disponible en este idioma — se muestra en inglés.
⏳ El audio se está procesando — mientras tanto puedes escucharlo en línea.
¡Bienvenidos a la profecía del Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) y a la profecía del Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) y a la profecía del Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él). El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “ El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El mejor de los hombres es el primero, y el peor es el último, y el mejor de las mujeres es el último, y el peor es el primero”. El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: "El Profeta Muhammad (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: " El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “El Mensajero de Allah El Mensajero de Allah (que la paz y las bendiciones de Allah sean con él) dijo: “En verdad, he querido ordenar a algunos jóvenes que recolectaran madera, y luego he ordenado a alguien que guíe a la gente a la oración; luego he encontrado a aquellos que no asistieron a esta oración y quemaron sus casas; si uno de ellos supiera que tendría uno o dos huesos de carne abundante, habrían asistido a él. [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Hadith] [Had Hadits ke-7. أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ قَالَ قُلْتُ لِسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ رَجُلٌ صَلَّى فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَدْرَكَ الْإِمَامَ وَهُوَ يُصَلِّي أَيُصَلِّي مَعَهُ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ بِأَيَّتِهِمَا يَحْتَسِبُ قَالَ بِالَّتِي صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ فَإِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمِيعِ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ وَحْدَهُ بِضْعًا وَعِشْرِينَ جُزْءًا. Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Daud bin Abu Hindun] ia berkata, saya bertanya kepada [Sa'id bin Al Musayyab], "Ada seorang laki-laki telah melakukan shalat di rumahnya, kemudian ia menjumpai imam sedang melakukan shalat, apakah ia melakukan shalat bersamanya? Ia menjawab, "Ya." Saya bertanya lagi, "Shalat manakah yang ia hitung? Ia menjawab, "Shalat yang ia lakukan bersama imam, karena sesungguhnya [Abu Hurairah] telah menceritakan kepada kami bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalatnya seorang laki-laki dalam berjama'ah lebih utama dengan shalat yang ia kerjakan sendirian dengan dua puluh sekian derajat." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-8. أَخْبَرَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ وَحْدَهُ سَبْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً. Telah mengabarkan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidullah] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Abdullah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalatnya seorang laki-laki dalam jama'ah melebihi shalatnya yang dilakukan sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-9. أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَأْذَنَتْ أَحَدَكُمْ زَوْجَتُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَا يَمْنَعْهَا. Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila isteri salah seorang dari kalian meminta izin untuk pergi ke masjid, maka janganlah ia melarangnya." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-10. أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ وَلْيَخْرُجْنَ إِذَا خَرَجْنَ تَفِلَاتٍ أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو بِإِسْنَادِ هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ قَالَ سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ التَّفِلَةُ الَّتِي لَا طِيبَ لَهَا. Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian melarang para wanita untuk menuju ke masjid, hendaklah mereka keluar jika tidak memakai minyak wangi." Telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin 'Amir] dari [Muhammad bin 'Amru] dengan sanad hadits ini. Ia berkata, [Sa'id bin 'Amir] berkata, "At tafilah adalah wanita yang tidak memakai minyak wangi." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-11. أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وُضِعَ الْعَشَاءُ وَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ. Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila makan malam telah dihidangkan lalu hadir waktu shalat, maka dahulukan makan malam." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-12. أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ وَسُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا حَضَرَ الْعَشَاءُ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ. Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Hassan] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dan [Sulaiman bin Katsir] dari [Az Zuhri] dari [Anas bin Malik], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila makan malam telah sedia, lalu shalat dikumandangkan maka mulailah dengan makan malam." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-13. أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَتَيْتُمْ الصَّلَاةَ فَلَا تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ وَأْتُوهَا تَمْشُونَ وَعَلَيْكُمْ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا. Telah mengabarkan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Uyainah] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika kalian datang untuk melakukan shalat maka janganlah kalian mendatanginya dengan berlari, datangilah shalat dengan berjalan kaki, dan hendaknya kalian bersikap tenang. Laksanakanlah shalat yang kalian dapatkan dan sempurnakanlah shalat yang kalian tertinggal." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-14. أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتُمْ الصَّلَاةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا سُبِقْتُمْ فَأَتِمُّوا. Telah mengabarkan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abdullah bin Abu Qatadah] dari [Ayahnya] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendatangi shalat maka datangilah dengan tenang, laksanakanlah shalat yang kalian dapatkan dan sempurnakanlah apa yang kalian tertinggal." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-15. أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ بِالْمَدِينَةِ لَا أَعْلَمُ بِالْمَدِينَةِ مَنْ يُصَلِّي إِلَى الْقِبْلَةِ أَبْعَدَ مَنْزِلًا مِنْ الْمَسْجِدِ مِنْهُ وَكَانَ يَشْهَدُ الصَّلَوَاتِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ لَوْ ابْتَعْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِي الرَّمْضَاءِ وَالظَّلْمَاءِ قَالَ وَاللَّهِ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ مَنْزِلِي بِلِزْقِ الْمَسْجِدِ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَسَأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْمَا يُكْتَبَ أَثَرِي وَخُطَايَ وَرُجُوعِي إِلَى أَهْلِي وَإِقْبَالِي وَإِدْبَارِي أَوْ كَمَا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْطَاكَ اللَّهُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَأَعْطَاكَ مَا احْتَسَبْتَ أَجْمَعَ أَوْ كَمَا قَالَ. Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [At Taimi] dari [Abu Utsman] dari [Ubai bin Ka'b] ia berkata, "Di Madinah ada seorang laki-laki, dan aku tidak mengetahui di kota Madinah ada orang yang shalat menghadap kiblat, rumahnya paling jauh dari masjid kecuali dia. Ia selalu menghadiri shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian ada yang mengatakan kepadanya, "Sekiranya engkau membeli seekor keledai hingga engkau bisa menungganginya melewati gurun dan gelapnya malam, maka itu akan lebih baik." Laki-laki itu lalu berkata, "Demi Allah, bukan berarti aku senang jika rumahku dekat dengan masjid." Maka dikabarkanlah hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga beliau bertanya kepada orang itu mengenai hal tersebut. Laki-laki itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, agar setiap jejak langkahku saat pergi dan kembali kepada keluargaku ditulis sebagai pahala." Atau sebagaimana yang ia katakan. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: 'Semoga Allah memberimu semua itu dan memberikan kepadamu seluruh pahala yang engkau harapkan.' Atau sebagaimana yang beliau katakan." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-16. أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو زُبَيْدٍ هُوَ عَبْثَرُ بْنُ الْقَاسِمِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ قَالَ أَخَذَ بِيَدِي زِيَادُ بْنُ أَبِي الْجَعْدِ فَأَقَامَنِي عَلَى شَيْخٍ مِنْ بَنِي أَسَدٍ يُقَالُ لَهُ وَابِصَةُ بْنُ مَعْبَدٍ فَقَالَ حَدَّثَنِي هَذَا وَالرَّجُلُ يَسْمَعُ أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ صَلَّى خَلْفَهُ رَجُلٌ وَلَمْ يَتَّصِلْ بِالصُّفُوفِ فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعِيدَ الصَّلَاةَ قَالَ أَبُو مُحَمَّد كَانَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ يُثْبِتُ حَدِيثَ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ وَأَنَا أَذْهَبُ إِلَى حَدِيثِ يَزِيدَ بْنِ زِيَادِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ. Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Abu Zubaid] -yaitu 'Abtsar bin Al Qasim- dari [Hushain] dari [Hilal bin Yasaf] ia berkata; [Ziyad bin Abu Al Ja'd] menggandeng tanganku dan membawaku kepada orang yang telah tua dari Bani Asad yang dipanggil dengan nama [Wabishah bin Ma'bad], Kemudian ia berkata, "Orang ini (Wabishah) telah menceritakan kepadaku -dan orang tersebut mendengar- bahwa ia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang dibelakangnya ada seorang laki-laki melaksanakan shalat dan tidak masuk ke dalam barisan (shalat sendirian). Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar dia mengulangi shalat." Abu Muhammad berkata, "Ahmad bin Hanbal menetapkan hadits 'Amru bin Murrah, sedangkan saya berpendapat dengan hadits Yazid bin Ziyad bin Abu Al Ja'd." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-17. أَخْبَرَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ أَنَّ رَجُلًا صَلَّى خَلْفَ الصُّفُوفِ وَحْدَهُ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعِيدَ قَالَ أَبُو مُحَمَّد أَقُولُ بِهَذَا. Telah mengabarkan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Daud] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Ziyad] dari ['Ubaid bin Abu Al Ja'd] dari [Ziyad bin Abu Al Ja'd] dari [Wabishah bin Ma'bad], bahwa ada seorang laki-laki shalat di belakang shaf sendirian, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan dia agar mengulangi shalatnya." Abu Muhammad berkata, "Saya berpendapat dengan hal ini." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-18. أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ جَدَّتَهُ مُلَيْكَةَ دَعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامٍ صَنَعَتْهُ فَأَكَلَ ثُمَّ قَالَ قُومُوا فَلِأُصَلِّيَ بِكُمْ قَالَ أَنَسٌ فَقُمْتُ إِلَى حَصِيرٍ لَنَا قَدْ اسْوَدَّ مِنْ طُولِ مَا لُبِسَ فَنَضَحْتُهُ بِمَاءٍ فَقَامَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَفَفْتُ أَنَا وَالْيَتِيمُ وَرَاءَهُ وَالْعَجُوزُ وَرَاءَنَا فَصَلَّى لَنَا رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ انْصَرَفَ. Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Abdul Majid] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Anas bin Malik], bahwa neneknya, Mulaikah, mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menyantap makanan yang telah ia buat. Beliau kemudian memakannya dan bersabda: "Berdirilah sehingga aku melakukan shalat bersama kalian." Anas berkata, "Lalu saya berdiri menuju tikar kami yang telah menghitam karena telah lama dipakai, kemudian saya memercikinya dengan air. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas berdiri, lalu saya dan seorang anak yatim membuat shaf di belakang beliau, sedangkan wanita tua di belakang kami. Lalu beliau melakukan shalat bersama kami dua rakaat kemudian pergi." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-19. أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ زَاذَانَ عَنْ الْوَلِيدِ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ النَّاجِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُومُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ قَدْرَ ثَلَاثِينَ آيَةً وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ عَلَى قَدْرِ النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ وَفِي الْعَصْرِ عَلَى قَدْرِ الْأُخْرَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ عَلَى قَدْرِ النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْوَلِيدِ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ بِنَحْوِهِ وَزَادَ قَدْرَ قِرَاءَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ. Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Hammad] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Uwanah] dari [Manshur bin Zadan] dari [Al Walid Abu Bisyr] dari [Abu Ash Shiddiq An Naji] dari [Abu Sa'id], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri pada dua rakaat pertama shalat zhuhur kira-kira sekadar bacaan tiga puluh ayat, dan pada dua dua rakaat yang lainnya kira-kira setengah dari yang pertama. Sedangkan pada shalat asar seukuran dua rakaat terakhir dari shalat zhuhur, dan pada dua rakaat yang terakhir setengah dari itu." Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Aun] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Manshur] dari [Al Walid Abu Bisyr] dari [Abu Ash Shiddiq] dari [Abu Sa'id] sama seperti itu. Hanya ia menambahkan, "Seukuran bacaan surat As Sajdah." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-20. أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ. Telah mengabarkan kepada kami [Abu Al Walid Ath Thayalisi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Simak bin Harb] dari [Jabir bin Samurah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada shalat zhuhur dan asar membaca surat Ath Thariq dan surat Al Buruj." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-21. أَخْبَرَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَبِسُورَتَيْنِ مَعَهَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ وَيُسْمِعُنَا الْآيَةَ أَحْيَانًا وَكَانَ يُطَوِّلُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ يَحْيَى بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ. Telah mengabarkan kepada kami [Abu Al Mughirah] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari [Yahya] dari [Abdullah bin Abu Qatadah] dari [Ayahnya], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca Al Fatihah dan dua surat pada dua rakaat pertama shalat zhuhur dan asar. Terkadang beliau memperdengarkan bacaan ayat kepada kami, dan beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama." Telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Al Auza'i] dari [Yahya] dengan sanadnya sama seperti hadits itu." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-22. أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ بِأُمِّ الْكِتَابِ وَبِسُورَتَيْنِ وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ بِأُمِّ الْكِتَابِ وَكَانَ يُسْمِعُنَا الْآيَةَ وَكَانَ يُطِيلُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى مَا لَا يُطِيلُ فِي الثَّانِيَةِ وَهَكَذَا فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ وَهَكَذَا فِي صَلَاةِ الْغَدَاةِ. Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Qatadah] bahwa [Ayahnya] telah menceritakan kepadanya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada dua rakaat pertama shalat zhuhur membaca surat Al Fatihah dan dua surat yang lain, sedangkan pada dua rakaat yang terakhir membaca surat Al Fatihah saja. Terkadang beliau memperdengarkan bacaan ayat kepada kami, beliau juga memanjangkan bacaan pada rakaat pertama yang tidak beliau panjangkan pada rakaat yang kedua. Seperti inilah beliau melakukannya pada shalat asar dan shalat subuh." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-23. أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِالْمُرْسَلَاتِ. Telah mengabarkan kepada kami [Utsman bin Umar] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah] dari [Ibnu Abbas] dari [Ummu Al Fadll], bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca surat Al Mursalat saat melaksanakan shalat Maghrib." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-24. أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ. Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Uyainah] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Ayahnya], bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca surat Ath Thuur dalam shalat Maghrib." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-25. أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ مُعَاذًا كَانَ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَأْتِي قَوْمَهُ فَيُصَلِّي بِهِمْ فَجَاءَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى الْعَتَمَةَ وَقَرَأَ الْبَقَرَةَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَصَلَّى ثُمَّ ذَهَبَ فَبَلَغَهُ أَنَّ مُعَاذًا يَنَالُ مِنْهُ فَشَكَا ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمُعَاذٍ فَاتِنًا فَاتِنًا فَاتِنًا أَوْ فَتَّانًا فَتَّانًا فَتَّانًا ثُمَّ أَمَرَهُ بِسُورَتَيْنِ مِنْ وَسَطِ الْمُفَصَّلِ قَالَ أَبُو مُحَمَّد نَأْخُذُ بِهَذَا. Telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin 'Amir] dari [Syu'bah] dari ['Amru bin Dinar] dari [Jabir bin Abdullah], bahwa Mu'adz pernah melakukan shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian ia datang kepada kaumnya dan melakukan shalat bersama mereka. Pada suatu malam ia datang dan melakukan shalat Isya` dengan membaca Surat Al Baqarah, kemudian seorang laki-laki Anshar datang melaksanakan shalat dan langsung pergi. Maka sampailah kepadanya kabar bahwa Mu'adz telah mencelanya, maka ia mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda kepada Mu'adz: "Apakah engkau akan menjadi tukang fitnah? Apakah engkau akan menjadi tukang fitnah? Apakah engkau akan menjadi tukang fitnah?" Kemudian beliau memerintahkan agar ia membaca dua surat yang sedang." Abu Muhammad berkata, "Kami mengambil pendapat ini." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-26. أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَمِّي يَقُولُ إِنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَهُ يَقْرَأُ فِي إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ مِنْ الصُّبْحِ وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ قَالَ شُعْبَةُ وَسَأَلْتُهُ مَرَّةً أُخْرَى قَالَ سَمِعْتُهُ يَقْرَأُ بْ ق. Telah mengabarkan kepada kami [Abu Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ziyad bin 'Alqamah] ia berkata; Saya mendengar [Pamanku] berkata, bahwa ia pernah melakukan shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ia mendengar beliau membaca: 'WAN NAKHLA BAASIQAATIN (dan pohon kurma yang tinggi-tinggi…) (Qs. Qaaf: 10) pada salah satu rakaat shalat Subuh." Syu'bah berkata, "Sekali waktu aku bertanya lagi kepadanya, lalu ia berkata, 'Saya mendengar beliau membaca surat Qaaf." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-27. أَخْبَرَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ قُطْبَةَ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْفَجْرِ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ. Telah mengabarkan kepada kami [Qabishah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ziyad bin 'Alqamah] dari [Quthbah bin Malik] ia berkata, "Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada rakaat pertama shalat Subuh membaca: 'WAN NAKHLA BAASIQAATIN LAHAA THAL'UN NADHIID (dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun) ' (Qs. Qaaf: 10). (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-28. أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ سَرِيعٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ فَلَمَّا انْتَهَى إِلَى هَذِهِ الْآيَةِ { وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ } جَعَلْتُ أَقُولُ فِي نَفْسِي مَا اللَّيْلُ إِذَا عَسْعَسَ أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ الْوَلِيدِ عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ بِنَحْوِهِ. Telah mengabarkan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dari [Al Walid bin Sari'] dari ['Amru bin Huraits], bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada shalat Subuh membaca: IDZASY SYAMSU KUWWIRAT kemudian setelah sampai pada ayat WALLAILI IDZAA 'AS'AS (demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya) (Qs. At Takwir: 17), maka saya berkata dalam hati, 'Apakah malam yang apabila telah hampir meninggalkan gelapnya itu?." Telah mengabarkan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Al Walid] dari ['Amru bin Huraits] seperti hadits tersebut." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-29. أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ سَيَّارِ بْنِ سَلَامَةَ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ وَهُوَ عَلَى عِلْوٍ مِنْ قَصَبٍ فَسَأَلَهُ أَبِي عَنْ وَقْتِ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَانَ يُصَلِّي الْهَجِيرَ الَّتِي تَدْعُونَ الظُّهْرَ إِذَا دَحَضَتْ الشَّمْسُ وَكَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ ثُمَّ يَنْطَلِقُ أَحَدُنَا إِلَى أَهْلِهِ فِي أَقْصَى الْمَدِينَةِ وَالشَّمْسُ حَيَّةٌ قَالَ وَنَسِيتُ مَا ذَكَرَ فِي الْمَغْرِبِ وَكَانَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يُؤَخِّرَ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ الَّتِي تَدْعُونَ الْعَتَمَةَ وَكَانَ يَنْصَرِفُ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَالرَّجُلُ يَعْرِفُ جَلِيسَهُ وَكَانَ يَقْرَأُ فِيهَا مِنْ السِّتِّينَ إِلَى الْمِائَةِ. Telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami ['Auf] dari [Sayyar bin Salamah] ia berkata, "Saya bersama ayahku menemui [Abu Barzah Al Aslami] yang saat itu berada di atas loteng yang terbuat dari kayu. Ayahku lalu bertanya kepadanya tentang waktu shalat yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ia lalu menjawab, "Beliau melakukan shalat siang hari yang kalian sebut zhuhur saat matahari telah bergeser ke Barat, dan beliau melakukan shalat asar saat salah seorang dari kami menemui keluarganya di ujung Madinah, sementara matahari dalam keadaan putih dan sangat panas -Sayyar berkata, 'Dan saya lupa apa yang ia sebutkan mengenai shalat Maghrib-. Dan beliau senang mengakhirkan shalat Isya` yang kalian sebut 'Atamah. Beliau beranjak dari shalat Subuh ketika seseorang mengetahui siapa orang yang duduk di sebelahnya, dan pada shalat tersebut (subuh) beliau membaca antara enam puluh hingga seratus ayat." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-30. أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ خَلِيلٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ أَخْبَرَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ وَقَدْ رَفَعُوا أَبْصَارَهُمْ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ لَتَنْتَهُنَّ أَوْ لَا تَرْجِعُ إِلَيْكُمْ أَبْصَارُكُمْ. Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Khalil] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] telah mengabarkan kepada kami [Al A'masy] dari [Al Musayyab bin Rafi'] dari [Tamim bin Tharafah] dari [Jabir bin Samurah] ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki masjid, sementara para sahabat mengangkat pandangannya saat melaksanakan shalat, maka beliau pun bersabda: "Sungguh, kalian segera berhenti dari perbuatan seperti itu atau pandangan kalian tidak akan kembali kepada kalian! " (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-31. أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلَاتِهِمْ فَاشْتَدَّ قَوْلُهُ فِي ذَلِكَ حَتَّى قَالَ لَتَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَيَخْطَفَنَّ اللَّهُ أَبْصَارَكُمْ. Telah mengabarkan kepada kami [Utsman bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Kenapa orang-orang mengangkat pandangan mereka ke atas ketika melakukan shalat?" Ucapan beliau dalam hal tersebut sangat keras hingga beliau bersabda: "Sungguh, kalian segera berhenti dari perbuatan itu atau Allah membutakan pandangan kalian?" (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-32. أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو يَعْفُورٍ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنِي مُصْعَبُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ كَانَ بَنُو عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ إِذَا رَكَعُوا جَعَلُوا أَيْدِيَهُمْ بَيْنَ أَفْخَاذِهِمْ فَصَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ سَعْدٍ فَصَنَعْتُهُ فَضَرَبَ يَدِي فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ يَا بُنَيَّ اضْرِبْ بِيَدَيْكَ رُكْبَتَيْكَ ثُمَّ فَعَلْتُهُ مَرَّةً أُخْرَى بَعْدَ ذَلِكَ بِيَوْمٍ فَصَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِهِ فَضَرَبَ يَدِي فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ كُنَّا نَفْعَلُ هَذَا وَأُمِرْنَا أَنْ نَضْرِبَ بِالْأَكُفِّ عَلَى الرُّكَبِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ مُصْعَبٍ بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ. Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Israil] telah menceritakan kepada kami [Abu Ya'fur Al 'Abdi] telah menceritakan kepadaku [Mush'ab bin Sa'd] ia berkata, "Anak-anak Abdullah bin Mas'ud apabila melakukan rukuk, maka mereka meletakkan tangan-tangan mereka di antara paha. Maka saat aku shalat di sisi [Sa'ad] dan aku melakukan hal tersebut, ia pun memukul tanganku. Selesai shalat ia berkata, "Wahai anakku, letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu." Setelah berlalu, maka pada suatu hari saat aku shalat di sisinya dan aku tetap melakukan hal yang sama, ia memukul tanganku. Selesai shalat ia berkata, "(Dahulu) kami melakukannya seperti ini, kami diperintahkan agar meletakkan telapak tangan di atas lutut." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Mush'ab] dengan sanadnya seperti hadits tersebut." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-33. أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ عَنْ سَالِمٍ الْبَرَّادِ قَالَ وَكَانَ أَوْثَقَ عِنْدِي مِنْ نَفْسِي قَالَ قَالَ لَنَا أَبُو مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيُّ أَلَا أُصَلِّي بِكُمْ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَكَبَّرَ وَرَكَعَ وَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَفَرَّجَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ حَتَّى اسْتَقَرَّ كُلُّ شَيْءٍ مِنْهُ. Telah mengabarkan kepada kami [Abu Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Atha' bin As Sa`ib] dari [Salim Al Barrad] -berkata; bagiku ia lebih tsiqah daripada diriku- ia berkata; [Abu Mas'ud Al Anshari] berkata kepada kami, "Maukah kuperlihatkan kepada kalian bagaimana shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Salim berkata, "Kemudian ia bertakbir, lalu rukuk dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua lututnya. Ia merenggangkan jari-jarinya hingga segala anggota badannya menempati posisinya." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-34. أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنِي عَمِّي إِيَاسُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ لَمَّا نَزَلَتْ { فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ } قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلُوهَا فِي رُكُوعِكُمْ فَلَمَّا نَزَلَتْ { سَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى } قَالَ اجْعَلُوهَا فِي سُجُودِكُمْ. Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Yazid Al Muqri`] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ayyub] telah menceritakan kepadaku pamanku [Iyas bin 'Amir] ia berkata, saya mendengar ['Uqbah bin 'Amir] berkata, "Tatkala turun ayat: 'FASABBIH BISMIRABBIKAL 'AZHIIM (Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar) ' (Qs.?Al Waaqi'ah: 74), Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada kami: "Jadikanlah ayat tersebut ada dalam rukuk kalian." Kemudian setelah turun ayat: 'SABBIHISMA RABBIKAL A'LAA (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi) ' (Qs.?Al A'laa: 1), beliau bersabda: "Jadikanlah ayat tersebut ada dalam sujud kalian." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-35. أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ الْمُسْتَوْرِدِ عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَكَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَفِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ عِنْدَهَا فَسَأَلَ وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ عَذَابٍ إِلَّا تَعَوَّذَ. Telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin 'Amir] dari [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Al Mustaurid] dari [Shilah bin Zufar] dari [Hudzaifah], bahwa ia pernah melaksanakan shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu malam, dalam rukuknya beliau membaca: 'SUBHAANA RABBIYAL 'AZHIIM (Maha Suci Allah, Rabb yang Maha Agung), dan dalam sujudnya membaca: SUBHAANA RABBIYAL A'LAA (Maha Suci Allah, Rabb Yang Maha Tinggi). Dan tidaklah beliau membaca ayat yang berisi mengenai rahmat melainkan beliau berhenti padanya dan berdoa, dan tidaklah beliau membaca ayat mengenai adzab melainkan beliau meminta perlindungan." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-36. أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلٍ قَالَ اجْتَمَعَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ وَأَبُو أُسَيْدٍ وَأَبُو حُمَيْدٍ وَسَهْلُ بْنُ سَعْدٍ فَذَكَرُوا صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو حُمَيْدٍ أَنَا أَعْلَمُكُمْ بِصَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فَكَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ ثُمَّ رَكَعَ وَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ كَأَنَّهُ قَابِضٌ عَلَيْهِمَا وَوَتَرَ يَدَيْهِ فَنَحَّاهُمَا عَنْ جَنْبَيْهِ وَلَمْ يُصَوِّبْ رَأْسَهُ وَلَمْ يُقْنِعْهُ. Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi] telah menceritakan kepada kami [Fulaih bin Sulaiman] dari [Abbas bin Sahl] ia berkata, "Muhammad bin Maslamah, Abu Usaid, Abu Humaid, dan Sahl bin Sa'd berkumpul menjadi satu, kemudian mereka menyebutkan shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. [Abu Humaid] berkata, "Saya adalah orang yang lebih mengetahui di antara kalian mengenai shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri lalu takbir dan mengangkat kedua tangannya, kemudian kembali mengangkat kedua tangannya saat takbir untuk rukuk, kemudian beliau rukuk dan meletakkan kedua tangannya pada lutut, seolah-olah beliau menggenggam keduanya. Beliau meregangkan kedua tangan dan menjauhkannya dari kedua sisi badannya, tidak merendahkan kepala dan tidak mengangkatnya." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-37. أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ فَإِذَا رَكَعَ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ وَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَلَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. Telah mengabarkan kepada kami [Khalid bin Makhlad] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [Ayahnya] ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila memulai shalat beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundak, beliau juga akan melakukan seperti itu jika akan rukuk dan mengangkat kepala dari rukuk, sambil mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH, ALLAHUMMA RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya. Ya Allah Rabb kami, kepada-Mu lah semua pujian). Dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya ketika akan bersujud." Telah mengabarkan kepada kami [Utsman bin Umar] telah mengabarkan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits tersebut. Hanya saja ia menyebutkan: 'RABBANAA WALAKAL HAMDU(Ya Rabb kami, kepada-Mu lah segala pujian)." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-38. أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَإِذَا قَالَ الْإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Abdul Majid] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Apabila imam mengucapkan; 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya) maka ucapkanlah; 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, kepada-Mu lah segala pujian) ". (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-39. أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَإِذَا صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ. Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya dijadikannya imam adalah agar ia diikuti, apabila ia bertakbir maka bertakbirlah, apabila ia rukuk maka rukuklah, apabila ia sujud maka sujudlah, apabila ia mengucapkan; 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah; 'RABBANAA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, kepada-Mu lah segala pujian). Dan apabila ia melakukan shalat dengan berdiri maka shalatlah dengan berdiri, apabila ia melakukan shalat dengan duduk maka shalatlah dengan duduk semua." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Hadits ke-40. أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ يُونُسَ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ حِطَّانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيِّ عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّهُ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَنَا فَعَلَّمَنَا صَلَاتَنَا وَسَنَّ لَنَا سُنَّتَنَا قَالَ أَحْسَبُهُ قَالَ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَالَ { غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ } فَقُولُوا آمِينَ يُجِبْكُمْ اللَّهُ وَإِذَا كَبَّرَ وَرَكَعَ فَكَبِّرُوا وَارْكَعُوا فَإِنَّ الْإِمَامَ يَرْكَعُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتِلْكَ بِتِلْكَ وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَوْ قَالَ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّ اللَّهَ قَالَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. Telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin 'Amir] dari [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Yunus bin Jubair] dari [Hiththan bin Abdullah Ar Raqasyi] dari [Abu Musa], bahwa ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah kepada kami, lalu beliau mengajarkan shalat dan menetapkan sunah kami." Perawi berkata, "Saya mengira beliau bersabda: "Jika shalat telah dikumandangkan, maka hendaklah salah seorang dari kalian menjadi imam. Jika imam bertakbir maka bertakbirlah, jika ia mengucapkan; 'GHAIRIL MAGHDHUUBI 'ALAIHIM WA LADHDHAALLIIN (bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat), maka ucapkanlah; AAMIIN (Semoga Allah mengabulkan). Sehingga Allah akan mengabulkan doamu. Jika ia takbir dan rukuk maka takbir dan rukuklah kalian. Sesungguhnya imam melakukan rukuk sebelum kalian dan mengangkat kepala sebelum kalian." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Saat rukuk yang itu sama kadarnya dengan saat rukuk yang itu. Dan jika ia mengucapkan; 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya) ', maka ucapkanlah; 'ALLAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMDU (Ya Allah Rabb kami, kepada-Mu lah segala pujian) -atau beliau mengatakan- 'RABBANAA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, kepada-Mu lah segala pujian). Sesungguhnya Allah berfirman melalui perantara lisan Nabi-Nya; 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH." (Derajat: shahih. Sumber: Sunan Ad-Darimi.) Demikian kumpulan hadits pilihan pada sesi ini. Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengamalkan kandungan hadits-hadits yang mulia ini dalam keseharian kita. Fuente del texto: traducción quran-json (CC-BY-4.0) y tafsir almacenado en la base de datos ULYAH. Compilado automáticamente por el motor de contenido ULYAH sin agregar reclamos fuera de la fuente.
Next →
Kajian Hadits Shahih — Sesi 904 (40 Hadits)