Dawa
🔍

Uwais Al-Qarni: famoso en los cielos, desconocido en la Tierra

La traducción aún no está disponible en este idioma — se muestra en inglés.

El audio se está procesando — mientras tanto puedes escucharlo en línea.
Ada seorang tabi'in yang tidak pernah bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tetapi namanya disebut-sebut oleh beliau kepada para sahabat. Namanya Uwais bin Amir Al-Qarni, dari Yaman. Dalam hadits sahih riwayat Muslim, Rasulullah berpesan kepada Umar bin Khattab: akan datang kepadamu seorang bernama Uwais dari Yaman bersama rombongan, dahulu ia berpenyakit kulit lalu sembuh kecuali sebesar satu dirham, ia sangat berbakti kepada ibunya — "jika ia bersumpah atas nama Allah, pasti Allah kabulkan. Maka jika engkau bisa memintanya memohonkan ampun untukmu, lakukanlah." Renungkan keganjilan ini: Umar, khalifah yang dijamin surga, diperintahkan meminta doa kepada seorang lelaki miskin tak dikenal. Bertahun-tahun Umar mencarinya pada setiap rombongan haji dari Yaman, sampai akhirnya bertemu. Setelah meminta Uwais memohonkan ampun untuknya, Umar menawarkan bantuan dan pengaruhnya. Uwais hanya meminta satu hal: dibiarkan tetap tak dikenal, larut di tengah manusia. Apa rahasia derajatnya? Bukan jihad yang masyhur, bukan ilmu yang diriwayatkan banyak murid. Rahasianya disebut sendiri oleh Rasulullah: baktinya kepada ibunya. Uwais menahan diri tidak berhijrah menemui Nabi yang sangat ia rindukan — karena ibunya yang tua membutuhkannya. Ia korbankan kemuliaan yang tampak demi kewajiban yang tersembunyi, dan Allah menggantinya dengan kedudukan yang diumumkan dari atas tujuh langit. Para ulama menyebut Uwais pemimpin para tabi'in dalam kezuhudan. Hidupnya miskin, pakaiannya sederhana, kadang jadi bahan ejekan orang yang tak tahu siapa dia sebenarnya. Ia kemudian gugur — menurut banyak riwayat — di barisan kaum Muslimin pada Perang Shiffin. Kisah Uwais adalah tamparan lembut bagi zaman yang haus pengakuan. Ada manusia-manusia yang tidak punya panggung, tidak punya pengikut, doanya tidak diliput siapa pun — tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, Allah kabulkan. Popularitas di bumi tidak berbanding lurus dengan kedudukan di langit. Dan pintu menuju kedudukan semacam itu ternyata dekat sekali: birrul walidain — berbakti kepada orang tua — dan keikhlasan yang tidak butuh diketahui manusia.
Uwais Al-Qarni: famoso en los cielos, desconocido en la Tierra — Dawa