Oraciones de los profetas en el Corán
La traducción aún no está disponible en este idioma — se muestra en inglés.
⏳ El audio se está procesando — mientras tanto puedes escucharlo en línea.
Salah satu hadiah terindah Al-Qur'an adalah rekaman doa para nabi — kalimat-kalimat yang pernah naik dari hati manusia-manusia terbaik pada saat-saat tersulit mereka, lalu diabadikan Allah agar kita ikut mengucapkannya. Ada doa Nabi Adam setelah tergelincir: "Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa..." — Ya Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri; jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi (QS Al-A'raf: 23). Inilah bahasa taubat pertama dalam sejarah manusia: tanpa membela diri, tanpa menyalahkan pihak lain. Ada doa Nabi Yunus dari tiga kegelapan — malam, lautan, dan perut ikan: "Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhaalimiin" (QS Al-Anbiya': 87). Tauhid, penyucian, lalu pengakuan. Ayat berikutnya menyebut janji yang berlaku umum: "Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang beriman" — bukan hanya Yunus. Ada doa Nabi Ibrahim yang berpikir lintas generasi: memohon negeri yang aman, keturunan yang mendirikan shalat, dan diutusnya seorang rasul di tengah anak cucunya (QS Al-Baqarah: 126-129; QS Ibrahim: 40) — doa yang terjawab ribuan tahun kemudian dengan diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ada doa Nabi Musa yang diucapkan dalam keadaan buron dan tak berdaya: "Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir" — Ya Rabbku, sungguh aku sangat membutuhkan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku (QS Al-Qashash: 24). Dan doa Nabi Zakariya di usia senja memohon keturunan, yang dibuka dengan pengakuan paling jujur tentang uban dan tulang yang melemah (QS Maryam: 4). Perhatikan polanya: doa para nabi selalu memadukan pengakuan kelemahan diri dengan keyakinan penuh pada kemurahan Allah. Tidak ada gengsi, tidak ada putus asa. Mereka berdoa pada saat sebab-sebab dunia tampak habis — dan justru di titik itu pertolongan datang. Hafalkanlah satu saja dari doa-doa ini, dan bawalah dalam sujudmu. Kalimat yang pernah menyelamatkan seorang nabi dari perut ikan, insya Allah cukup kuat membawa hajatmu naik ke langit yang sama.